Gempa M5,8 Guncang Bolaang Mongondow Sulut, Dipicu Kegiatan Lempeng Laut Sulawesi

Gempa Magnitudo 5,8 mengguncang wilayah Pantai Utara Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Senin pagi (13/5/2024), pukul 07.28.14 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa Bolaang Mongondow ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6.

Episenter gempa berlokasi pada koordinat 0,98° LU ; 123,89° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 17 Km arah utara Lolak, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada kedalaman 271 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan tipe gempa menengah dampak adanya deformasi batuan dalam slab Lempeng Laut Sulawesi.

\\”Hasil analisa mekanisme joker123 sumber menampakkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),\\” katanya.

Menurut estimasi peta guncangan (shakemap) gempabumi ini memunculkan guncangan di daerah Lolak, Sang Tombolang, Bolaang, Kota Lolak, Kota Kotamobagu, Kota Bolaang Uki, Kota Tutuyan dan Kota Amurang Bolaang Mongondow dengan skala intensitas IV MMI

\\”Sampai dikala ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan dampak gempabumi hal yang demikian. Hasil pemodelan menampakkan bahwa gempa tak berpotensi tsunami,\\” katanya.

Sampai pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menampakkan adanya kegiatan gempabumi susulan (aftershock). walaupun begitu warga diimbau konsisten waspada terhadaps kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Antisipasi Gempa Bumi
Ini yang seharusnya dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

  • Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda supaya terhindar dari bahaya gempabumi.
  • Kenali lingkungan daerah Anda berprofesi: amati letak pintu, lift, serta tangga darurat. Kenal juga di mana daerah paling aman untuk berlindung.
  • Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.
  • Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada dikala terjadi gempabumi.
  • Atur perabotan supaya merekat kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, ambruk, bergeser pada dikala terjadi gempabumi.
  • Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada dikala gempabumi terjadi
  • Simpan bahan yang mudah terbakar pada daerah yang tak mudah pecah supaya terhindar dari kebakaran.
  • Selalu mematikan air, gas dan listrik kalau tak sedang diterapkan.
  • Siapkan alat yang seharusnya ada di tiap daerah: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Dikala Terjadi Gempa Bumi:

  • Bila Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan mengumpet di bawah meja, cari daerah yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar kalau masih dapat dilakukan.
  • Bila berada di luar bangunan atau zona terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan daerah Anda berpijak, hindari kalau terjadi rekahan tanah.
  • Bila Anda sedang mengendarai kendaraan beroda empat: keluar, turun dan menjauh dari kendaraan beroda empat hindari kalau terjadi pergeseran atau kebakaran.
  • Bila Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  • Bila Anda tinggal di daerah pegunungan: kalau terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

  • Bila Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan hal yang demikian dengan tertib; jangan mengaplikasikan tangga berjalan atau lift, pakai tangga umum;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan kalau terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
  • Periksa lingkungan sekitar Anda: kalau terjadi kebakaran, kalau terjadi kebocoran gas, kalau terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa kalau ada hal-hal yang berbahaya.
  • Jangan menjelang bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
  • Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
  • Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (kalau terjadi gempa susulan). Jangan mudah tersulut oleh informasi atau informasi yang tak jelas sumbernya.
  • Mengisi angket yang diberi oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
  • Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa terhadap Ilahi demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.