Kenapa Vaksin BCG Perlu Dilaksanakan? Kenal Manfaat, Jadwal Vaksinasi, dan Dosisnya

Vaksinasi atau imunisasi yaitu langkah yang penting untuk melindungi kesehatan kita dan juga mencegah penyebaran penyakit yang berpotensi menjadi wabah. Vaksinasi sudah ternyata efektif dalam menekan angka kematian dan mengendalikan penyebaran penyakit menular di bermacam belahan dunia.

Salah satu vaksin yang penting yaitu vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Vaksin BCG pertama kali dioptimalkan pada tahun 1921 untuk melawan tuberkulosis atau TB, yang yaitu penyakit menular yang serius dan berpotensi fatal. Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru, namun juga bisa menyerang organ lain seperti ginjal, tulang, dan otak.

Mengingat pentingnya peran vaksin BCG, penting juga bagi kita untuk memahami cara kerja dan kapan semestinya mengerjakan vaksinasi BCG? Selain itu, penting juga untuk mengetahui efektivitas dan efek samping yang mungkin akan terjadi dari vaksinasi BCG.

Sejarah Pengembangan vaksin BCG
Vaksin BCG, atau Bacillus Calmette-Guérin, yaitu vaksin yang diterapkan untuk melindungi terhadap tuberculosis atau TB. Vaksin ini pertama kali dioptimalkan oleh dua dokter Prancis, Albert Calmette dan Camille Guérin pada awal abad ke-20.

Pengembangan vaksin BCG berawal dari niat untuk melawan penyakit mematikan hal yang demikian yang saat itu menjadi wabah di Prancis. spaceman Albert Calmette dan Camille Guérin mulai mengkultur strain Mycobacterium bovis, yang yaitu bakteri yang menyebabkan tuberkulosis pada sapi. Mereka kemudian berusaha untuk membikin strain hal yang demikian melemah dengan tujuan supaya tidak menyebabkan penyakit yang serius pada manusia.

Setelah bertahun-tahun penelitian dan tes, pada tahun 1921, Calmette dan Guérin sukses mengembangkan strain yang dibuat dari 231 subkultur bakteri M. bovis. Strain ini sukses diuji coba pada hewan tes dan manusia. Akhirnya, strain yang diketahui sebagai BCG ini menjadi vaksin yang efektif untuk melindungi terhadap tuberkulosis.

Vaksin BCG kemudian mulai diterapkan secara luas di bermacam negara untuk mengendalikan penyebaran tuberkulosis. Meski vaksin ini tidak memberikan perlindungan penuh terhadap infeksi TB, vaksinasi BCG masih dianggap penting sebab bisa mengurangi risiko terkena penyakit yang serius.

Sejarah pengembangan vaksin BCG oleh Calmette dan Guérin yaitu tonggak penting dalam penanggulangan tuberkulosis. Hingga saat ini, vaksin ini terus diterapkan dan menjadi salah satu upaya utama dalam pencegahan infeksi TB.

Komposisi dan Sistem Kerja Vaksin BCG

Vaksin BCG, singkatan dari Bacillus Calmette-Guérin, yaitu vaksin yang diterapkan untuk mencegah tuberkulosis (TB). Vaksin ini mengandung bakteri yang dilemahkan, yaitu Mycobacterium bovis.

Komposisi vaksin BCG terdiri dari sejumlah mikroorganisme hidup yang tidak aktif. Dalam vaksin ini, bakteri Mycobacterium bovis dilemahkan sehingga tidak bisa menyebabkan penyakit, namun konsisten cukup aktif untuk menstimulasi respons kekebalan tubuh.

Setelah vaksin BCG diberikan lewat suntikan intradermal, bakteri yang ada dalam vaksin akan masuk ke dalam sel-sel kulit. Sel-sel ini kemudian memproses bakteri hal yang demikian dan mempresentasikannya pada cara kekebalan tubuh. Proses ini memicu respons kekebalan tubuh yang melibatkan produksi sel-sel pertahanan tubuh, seperti sel T dan sel B.

Berikutnya, sel T dan sel B ini akan mengenali Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB, kalau dihadapkan pada infeksi hakekatnya. Reaksi kekebalan tubuh ini akan membantu melindungi tubuh dari infeksi TB dan bisa mencegah atau mengurangi efek samping selama terinfeksi.

Dalam kesimpulannya, vaksin BCG yaitu vaksin yang mengandung bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan. Vaksin ini bekerja dengan menstimulasi cara kekebalan tubuh untuk melawan bakteri penyebab TB. Melaksanakan imunisasi vaksin BCG amat penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Mycobacterium tuberculosis dan meminimalkan risiko terinfeksi TB.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.