Penjelasan Tarot Reading dari Sudut Pandang Psikologis

tarot menurut pandangan psikolog

“Tarot reading sudah ada sejak dulu dan digunakan untuk membaca situasi baik itu keberuntungan, percintaan, dan perasaan manusia. Meski metode tarot reading hampir sama dengan tes psikologis, tetapi kartu tarot tidak bisa digunakan untuk menggantikan terapi psikologis.”

Penjelasan Tarot Reading dari Sudut Pandang PsikologisPenjelasan Tarot Reading dari Sudut Pandang Psikologis

Meskipun zaman sudah modern, beberapa orang masih ada yang percaya mengenai kartu tarot. Bahkan, tidak sedikit pula generasi muda yang mengikuti sesi tarot reading. Beberapa dari mereka percaya bahwa kartu tarot dapat membantu mereka merasa lebih damai dan menyingkirkan energi negatif.

Meski menuai pro kontra dan bukan sesuatu yang ilmiah, tetapi nyatanya eksistensi tarot reading masih ada hingga kini. Lantas, sebenarnya apa sih tarot reading itu? Dan adakah kaitannya dengan dunia psikologis?

Apa Itu Tarot Reading?

Kartu tarot terdiri dari 78 kartu yang masing-masingnya memiliki gambar dengan makna tersendiri. 22 kartu pertama disebut Major Arcana Tarot. Lalu 56 kartu lainnya disebut Minor Arcana Tarot yang dibagi menjadi empat bagian yaitu wands, cups, swords, dan pentacles.

Ketika kamu melakukan tarot reading “peramal” akan mengocok kartu dan membiarkanmu memilih beberapa kartu. Nah, dari kartu yang kamu pilih “peramal” akan menafsirkan mengenai masalah atau situasi yang sedang kamu hadapi. Bisa jadi masalah percintaan, keberuntungan, dan lain-lain.

Baca Juga : Ini 5 Zodiak yang Hebat dalam Percintaan

Meskipun tidak akurat, tetapi beberapa orang merasa bahwa tarot reading dapat membantu mereka untuk membuka pikiran, menemukan kembali makna dalam hidup, dan mengidentifikasi solusi untuk masalah hidup mereka.

Tarot Reading dalam Pandangan Psikologi

Sekilas metode tarot reading memang cukup mirip dengan beberapa tes psikologis, yaitu tes Rorschach dan tes apersepsi tematik. Tes rorschach dilakukan dengan memberikan satu set gambar bercak tinta pada pasien. Gambar yang pasien pilih dapat membantu psikolog untuk mengeksplorasi persepsi dan proses psikologis pasien.

Sementara itu tes apersepsi tematik mencakup serangkaian gambar absurd yang menggambarkan berbagai skenario manusia. Kemudian pasien diminta untuk menceritakan kisah berdasarkan ilustrasi gambar tersebut.

Baik tarot reading maupun tes psikologis sama-sama menggunakan gambar absurd untuk mengetahui situasi seseorang. Bahkan, menurut psikolog terkenal asal Swedia Carl Jung, gambar-gambar pada kartu tarot yang mudah dipahami, dapat mewakili sifat universal manusia. Contohnya seperti kekuatan, ambisi, dan hasrat. Yang mana instrumen ini ideal untuk terapi dan kesehatan mental.

Bagaimana Tarot Reading Digunakan dalam Sesi Psikoterapi

Walaupun ada kemiripan antara tarot reading dengan tes psikologi, tetapi membaca kartu tarot tidak dapat menggantikan psikoterapi. Namun, kartu tarot bisa menjadi alat yang berguna jika dilakukan dengan benar:

1. Kartu tarot memanfaatkan kekuatan metafora

Metafora banyak digunakan sebagai alat klinis karena kemampuannya untuk menafsirkan pengalaman manusia menjadi lebih konkret dan dapat dipahami. Kartu Tarot berisi citra yang luas dan penuh dengan konten metaforis yang dapat membantu pasien memahami pengalaman dan keadaan mereka dalam sudut pandang baru.

2. Kartu tarot adalah cara unik untuk mengungkapkan emosi

Tidak semua orang dapat mengungkapkan emosi atau masalah yang mereka alami. Hal ini bisa disebabkan karena rasa malu atau takut mendapatkan penghakiman dari orang lain.

Gambar yang menggugah pada kartu tarot menawarkan cara yang lebih mudah, bagi mereka yang sulit mengungkapkan perasaan atau emosinya melalui kata-kata.

3. Kartu tarot bersifat netral

Bertentangan dengan apa yang biasa dipercaya oleh masyarakat, simbol dan tema yang digambarkan dalam kartu tarot sebenarnya netral. Karena kenetralan ini, kartu-kartu tersebut terbuka lebar untuk diinterpretasikan sesuai pandangan diri sendiri.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.